Penulis : SYAIFUL KHUMAIDY, M.Pd
SINGOSARI – Ada suasana yang berbeda di SMA Islam Almaarif Singosari. Jika biasanya siswa disibukkan dengan pelajaran di kelas, kali ini mereka berkumpul untuk mempelajari sebuah ilmu yang jarang didapatkan di bangku sekolah, namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, yakni tata cara pengurusan jenazah.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Syarat Kecakapan Umum (SKU) ini diikuti oleh ratusan siswa dengan penuh perhatian. Sejak awal acara, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktik secara langsung.
Acara dibuka oleh Kepala SMA Islam Almaarif Singosari, Bapak Ahmad Sya’roni, S.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa ilmu pengurusan jenazah merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting dimiliki oleh generasi muda sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan pengamalan nilai-nilai keislaman.
Materi kemudian disampaikan oleh Ustadz Abdul Ghofur, tutor dan fasilitator bersertifikat. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, beliau mengajak para siswa memahami bahwa mengurus jenazah bukan sekadar tradisi yang dilakukan ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia. Lebih dari itu, pengurusan jenazah merupakan bagian dari kewajiban fardhu kifayah yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan rasa tanggung jawab.
Tidak hanya mendapatkan teori, para siswa juga diajak terlibat langsung dalam sesi praktik. Mulai dari tata cara memandikan jenazah, mengkafani, menyalatkan, hingga proses penguburan dijelaskan dan diperagakan secara bertahap. Keterlibatan langsung ini membuat siswa lebih mudah memahami setiap prosedur sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk menerapkannya di kemudian hari.
Melalui kegiatan ini, SMA Islam Almaarif Singosari ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Sebab pada akhirnya, ilmu yang bermanfaat bukan hanya yang membantu seseorang meraih kesuksesan, tetapi juga yang membuatnya mampu hadir dan memberi manfaat bagi orang lain dalam berbagai keadaan.
Dari kegiatan ini, para siswa pulang dengan pengalaman dan pemahaman baru. Mereka belajar bahwa memberikan penghormatan terakhir kepada sesama manusia adalah amanah yang harus dijalankan dengan ilmu, ketulusan, dan rasa tanggung jawab. Sebuah pelajaran berharga yang mungkin tidak akan mereka temukan dalam buku pelajaran, namun akan selalu relevan sepanjang kehidupan.













