Singosari, 23 Juli 2026 – SMA Islam Almaarif Singosari kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik yang berwawasan hukum melalui kegiatan Penyuluhan Hukum yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) dan PPFH Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pendampingan Insentif (PPI) ini mengangkat tema “Pencegahan Tindakan Kekerasan Seksual di Lingkungan Akademik”. Melalui penyuluhan tersebut, siswa-siswi kelas XII dibekali pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, saling menghormati, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Dalam penyampaian materi, para pemateri menjelaskan bahwa kekerasan seksual tidak hanya terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga mencakup berbagai bentuk perilaku verbal, nonverbal, maupun melalui media digital yang dapat merendahkan atau melanggar hak seseorang. Peserta juga diajak memahami pentingnya mengenali batasan dalam berinteraksi, menghormati persetujuan (consent), serta membangun budaya saling menghargai di lingkungan pendidikan.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai hak setiap individu untuk memperoleh rasa aman dalam proses belajar, pentingnya keberanian melaporkan apabila menemukan atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual, serta peran seluruh warga sekolah maupun sivitas akademika dalam mencegah terjadinya tindakan tersebut. Penyuluhan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini sehingga para siswa mampu menjadi generasi yang peduli terhadap perlindungan diri sendiri maupun orang lain.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang disampaikan menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu-isu hukum yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja dan dunia pendidikan.
Kehadiran mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Malang dalam kegiatan ini juga memberikan nilai tambah bagi para peserta. Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa, siswa-siswi memperoleh gambaran mengenai kehidupan di perguruan tinggi, mulai dari dinamika perkuliahan, aktivitas organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai pengalaman yang dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi hukum, tetapi juga memberikan inspirasi kepada siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kampus.
SMA Islam Almaarif Singosari menyampaikan apresiasi kepada BEM FH dan PPFH Fakultas Hukum Universitas Islam Malang atas terlaksananya kegiatan yang edukatif dan bermanfaat ini. Sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus terjalin melalui berbagai program yang mampu memperkaya wawasan peserta didik, meningkatkan kesadaran hukum, serta membentuk karakter generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan penyuluhan hukum ini, SMA Islam Almaarif Singosari berharap peserta didik tidak hanya memahami pentingnya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan akademik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai saling menghormati, menjunjung tinggi etika, serta memiliki kesiapan untuk menjadi bagian dari lingkungan pendidikan tinggi yang aman, inklusif, dan berbudaya.













